Langsung ke konten utama

UKM Al-Izzah Sukses Gelar Raker dan Upgrading: Perkokoh Akar, Jaga Gairah Arabiyah

Foto: Pengurus UKM Al-Izzah dalam acara raker dan upgrading organisasi

Kudus, 18 Februari 2026 Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Al-Izzah Sunan Kudus menggelar kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja pada 16–17 Februari 2026 dengan mengusung tema “Mempererat Ukhuwwah, Meningkatkan Gairah Arobiyah, menjadi Al-Izzah yang Mutamayyizah”. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi seluruh pengurus untuk memperkuat solidaritas dan komitmen dalam menjalankan roda organisasi selama satu periode ke depan. Suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan terasa sejak pembukaan acara yang diikuti oleh seluruh pengurus dan anggota aktif.

                       Foto: BPH mempresentasikan rancangan program kerja periode 2026

Melalui agenda upgrading, para peserta dibekali materi penguatan organisasi, kepemimpinan, serta peningkatan semangat berbahasa Arab sebagai identitas utama UKM Al-Izzah. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab, meningkatkan kualitas sumber daya anggota, serta membangun karakter yang unggul dan berdaya saing. Diskusi interaktif dan sesi motivasi turut mewarnai rangkaian acara, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual, tetapi juga dorongan untuk lebih aktif dan produktif.

Sementara itu, Rapat Kerja menjadi forum strategis untuk menyusun dan merumuskan program kerja satu periode ke depan. Setiap divisi memaparkan rancangan kegiatan yang selaras dengan visi menjadikan Al-Izzah sebagai UKM yang mutamayyizah atau unggul dan berbeda. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan UKM Al-Izzah Sunan Kudus semakin solid, progresif, serta mampu memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan gairah arobiyah di lingkungan kampus.


Penulis : Niken 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Inilah Sosok Lora Ismail Al-Kholilie, Cucu Syaikhona Kholil Asal Bangkalan Yang Penuh Inspiratif Bagi Kalangan Pecinta Bahasa Arab

Foto: https://cariustadz.id/ustadz/detail/Lora-Ismail-Amin-Kholil-562152 Tidak sedikit masyarakat di Indonesia telah memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran guna memperdalam ilmu agama yang dimiliki melalui menonton tayangan kontennya, terkhusus kaum muda. Tetapi kenyataan diluar sana menyatakan bahwa tidak sedikit pendakwah di media sosial yang nekat mengaburkan kebenaran informasi hanya demi mencari popularitas semata. Maka dari itu, memilih referensi konten yang tidak sesat harus dilakukan dengan filtrasi yang ketat, bijak, tepat dan kompeten, terlebih lagi tidak sedikit influencer yang melakukan kesalahan fatal seperti memberikan salah pengartian terhadap beberapa hal, seperti penyesatan secara pemahaman ilmu pengetahuan terhadap beberapa kalimat-kalimat Bahasa Arab yang menjadi tren di kalangan masyarakat itu sendiri. Hal ini ternyata telah menjadi suatu perhatian yang khusus bagi sosok Lora Ismail Al-Kholilie, seorang influencer sekaligus ulama' yang lahir di ...

Kisah Dibalik Pengarang Kitab JURUMIYYAH

Sumber foto:https://jurnaba.co/biografi-ibnu-ajurrum-waliyullah-penulis-kitab-matan-jurumiyah/   para santri dan pelajar bahasa arab pasti sudah tidak asing lagi dengan kitab Jurumiyyah karena kepopuleran Kitab ini yang sudah  mendunia. Kitab yang lebih dikenal dengan matan jurumiyyah ini berisi kajian dasar nahwu yang padat dan ringan digunakan untuk para pemula. Sayangnya tidak semua pelajar dan para pengguna matan jurumiyah ini tahu dan kenal dengan sang pengarang kitab Jurumiyyah.  Syekh Ibnu Ajurrum yang memiliki nama lengkap Abu Abdillah Muhammad bin Muhammad bin Dawud Al-Shinhaji merupakan ulama nahwu sekaligus pengarang dari kitab Jurumiyyah. Sesuai namanya, Al-Jurrumiyyah yang merupakan kitab muqaddimah (pengantar) tentang ilmu Nahwu ini ditulis oleh Ibnu Ajurrum ketika masih di Mekkah. Isi dari kitab ini yang begitu ringkas dan mendasar sangat cocok digunakan bagi pemula yang ingin belajar bahasa Arab. Sehingga kitab ini perlu diberi penjelasan yang lebih mend...

Abu Aswad Ad-Du'ali Sang Penemu Harakat

      (Gambar: http://tahfizhdulido.com)  Tidak bisa dipungkiri bahwa Al-Quran yang selalu kita baca saat ini ternyata amat jauh berbeda dengan Al-Qu'an asli pada zaman Rasulullah. Hal ini dikarenakan pada mulanya Al-Quran turun kepada Rasulullah tanpa adanya tanda baca dan syakal sama sekali. Barang tentu sangat sulit bagi kita untuk membacanya. Apalagi huruf-huruf yang memiliki bentuk yang sama tanpa adanya titik, pasti susah untuk membedakannya.  Berkat ijtihad para tabi'in dan Ulama' terdahulu yang telah berhasil memudahkan pembacaan Al-Quran yakni dengan memberikan tanda baca pada Al-Quran.  Al-Quran yang semula polos kemudian oleh Abu Aswad Ad-Du'ali diberikan titik agar membedakan huruf yang dibaca fathah, kasrah, atau dhammah.  Abu Aswad Ad-Du'ali yang memiliki nama asli Dzalam bin Amru bin Sufyan bin Jandal bin Yu'mar bin Du'ali lahir di Basrah yakni pada tahun 603 M. Ia merupakan murid kinasih Ali bin Abi Thalib. Abu Aswad Ad-Du'ali dikenal s...